Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan
Oke , Mimin Share Ualng
karangan Min_Aiyra . Hiks
Ditulis : 12 Januari 2013
pukul 20:49
MALAIKAT DALAM HATIKU
Sabtu malam, di taman kota.
Suasana malam itu indah.
bintang bertaburan dimana-mana, mewakili perasaan seorang gadis cantik, lucu,
imut. Malam ini, adalah malam yg indah baginya, karena malam ini umurnya tepat
16 tahun. Bukan pesta yg ia inginkan, tpi indahnya malam yg dia inginkan. Di
malam hari, dia bisa menangis, tertawa, sedih, maupun gembira. Langit yg
menjadi saksi kehidupannya yg malang ini.
Ia di vonis oleh dokter bahwa
ia mengidap penyakit kanker darah atau biasa disebut leukimia stadium akhir. Ia
tau, hidupnya memang tidak lama lagi, mungkin 1-2 bulan lagi. Tapi , semua itu
tidak menyurutkan semangatnya untuk membahagiakan orang-orang yg ada di
sekelilingnya. Terutama keluarga dan malaikat hatinya. Gadis itu bernama (nama
panjang kamu). Atau sering dipanggil (namakamu).
S
K
I
P
“Happy birthday (namakamu) , Happy birthday (namakamu),
Happy birthday happy birthday, Happy birthday My angel”
seru seorang lelaki yg sekarang sudah berdiri di belakang bangku taman sambil
membawa kue Tart Coklat yg berbentuk bintang. Diatasnya berdiri kokoh 2 lilin
yg berbentuk angka 1 dan 6 yg diatasnya berkobar api merah.
Cepat-cepat, (namakamu)
menghapus airmatanya yang sejak tadi meluncur bebas di kedua pipinya. Kemudian,
(namakamu) menoleh ke asal suara itu, senyum pun mengembang di wajahnya yg imut
itu. Lalu menghampiri lelaki tersebut.
“Happy birthday My Angel (namakamu), semoga di ulang
tahun kamu yg ke 16 ini, kamu panjang umur, sehat selalu, bisa senyum terus,
dan makin cantik. Amiienn….”
“Amiieenn….”
Ucap (namakamu) meng-Aminkan ucapan lelaki tadi.
Yap, tebakan kalian benar,
lelaki itu adalah Malaikat hatinya. Lelaki yg 2 tahun belakangan ini, menjadi
penjaga hatinya. Lelaki yg menjadi salah satu semangat untuk dya tetap hidup.
Lelaki yg amat sangat berarti baginya. Dialah iqbaal diafakhri ramadhan .
“Thank’s ya baal , kamu
emang yg nomer satu di hatiku, ga ada yg bisa menggantikan kamu di hatiku.”
Ucap (namakamu) lagi.
“Sama-sama (namakamu) . Sekarang kamu make a wish lalu
tiup lilinya” .
(namakamu) memejamkan
matanya, dia berdoa kepada tuhan.
“Ya tuhan, aku mohon beri aku waktu 1 bulan lagi untuk
menjalani hidup ini, aku masih ingin membahagiakan orang-orang yg ada di
sekelilingku, aku mohon tuhan, amiiinn …” batin (namakamu)
. Lalu (namakamu) membuka
matanya dan segera meniup lilinnya.
Iqbaal menaruh kuenya di atas
bangku. Lalu iqbaal memeluk (namakamu)
“(namakamu) , aku tuh beruntung tau”
ucap iqbaal yg masih memeluk (namakamu) .
“Maksudnya??” tanya (namakamu)
bingung dengan ucapan iqbaal .
“Aku beruntung, karna aku mempunyai kamu, malaikat yg
amat sangat rupawan” jawab iqbaal penuh arti. Lalu, melepaskan pelukannya
ke (namakamu) .
“Owh, thank’s ya baal . Kamu
sudah mau menjadi Malaikat hatiku sampai detik ini. Maafkan aku, jikalau aku
punya salah. Nanti, kalau aku sudah tidak bisa bernapas lagi, kamu jangan sedih
ya, aku ga mau melihat kamu menangis, baal .” ucap (namakamu)
lirih sambil menatap mata iqbaal dalam-dalam.
“Syuuut….kamu ga boleh
ngomong kaya gitu ah. Kamu itu ga akan kemana-mana (namakamu) .
Kamu akan tetep di samping
aku sampai kita kakek nenek nanti. Kalaupun kamu udah ga bisa bernapas lagi,
kamu akan tetep ada disini, di hatiku, (namakamu) ”
jawab iqbaal sambil menunjuk ke dadanya.
(namakamu) pun memeluk iqbaal
erat erat. Di dalam pelukan iqbaal,
(namakamu) merasakan sakit
itu lagi, pusing, pandangannya kabur, darah segar keluar perlahan dari
hidungnya yg mungil itu. Semenit, dua menit, (namakamu) tak sadarkan diri di
pelukan iqbaal .
“(namakamu) , kalau aku boleh tau, kamu minta apa sama
tuhan tadi??” tanya iqbaal penasaran.
Tak ada jawaban dari Gadisnya
itu. Lalu, iqbaal melepaskan pelukannya. Alangkah terkejutnya iqbaal melihat
pipi (namakamu) yg sudah bersimbah darah.
Bagian pundak kemeja putih yg
iqbaal pakai pun sudah berubah menjadi merah kecoklatan.
“(namakamu), (namakamu) , kamu knapa?? Apa yg terjadi
sama kamu?? (namakamu) , (namakamuuuuuuuuuuu) ”
ucap iqbaal sangat khawatir. Lalu, iqbaal pun menghubungi ambulance.
S
K
I
P
Tinut….tinut…tinut…
Kira-kira 20 menit kemudian,
ambulance pun datang. Para medis langsung menggotong (namakamu) ke dalam
ambulance.
Iqbaal masuk dan duduk di
samping (namakamu) . Suster membersihkan darah yg ada di wajah (namakamu) dan
memasangkan katup oksigen pada hidungnya.
Iqbaal yg melihatnya tak kuat
untuk membendung airmata. Hatinya seperti dipanah oleh ribuan anak panah yg
runcing. Iqbaal tak habis pikir, gadis periang seperti (namakamu) bisa
mengalami hal separah ini.
iqbaal meraih tangan
(namakamu) .
“(namakamu) , akuhh..mohonhh…hiks..samahh….kamm…muh..(namakamu)
, kamu bangunhhh…(namakamu) , kamhhmuh..knapa..hiks ”
. ucap iqbaal tersedu-sedu. Bibirnya yg indah bergetar hebat. Berpuluh-puluh
tetes airmata berhasil meluncur bebas dari matanya yg indah itu.
S
K
I
P
20 menit kemudian,
ambulance sampai di salah
satu rumah sakit . Suster langsung menurunkan (namakamu) dari ambulance dan
menaikannya ke ranjang dorong yg sudah tersedia. Iqbaal berjalan di samping
ranjang tempat (namakamu) sekarang terbaring lemah tak berdaya. Kakinya
bergetar, tangannya seperti membeku. Karna khawatir, iqbaal belum sempat
mengabarkan kepada keluarga (namakamu) tentang hal ini.
Sampailah mereka di depan
ruangan yg bertuliskan UGD. (namakamu) pun masuk ke dalam UGD diikuti seorang
dokter .
Baru selangkah iqbaal
memasuki ruangan UGD, suster melarangnya untuk masuk.
“Sus, tapi saya pacarnya”
ucap iqbaal membela diri.
“Maaf mas, anda tidak boleh masuk, silahkan tunggu
disini” jawab suster tegas.
Iqbaal tak berdaya. ia tidak
bisa memaksa. Akhirnya iqbaal memutuskan untuk duduk di kursi yg berderet rapi
di depan ruangan UGD.
Iqbaal terduduk lemas, wajahnya
menunduk. Airmatanya masih bergelayutan di pipinya. Seperti ada yg membisikan,
dengan cepat ia rogoh kantung celana jens yg ia pakai. Hpnya pun berhasil
keluar dari kantongnya. Dengan gemetar, iqbaal memencet satu persatu tombol yg
ada di hpnya untuk menghubungi kakak (namakamu) .
Telpon berhasil tersambung,
tak lama kemudian,
“Hallo baal , ada apa??”
sapa seorang lelaki dari seberang sana.
“(namakamu) , al (namakamu) ”
ucap iqbaal penuh misteri untuk aldi , kakak dari (namakamu).
“Ada apa dengan (namakamu), baal ?? ia pingsan lagi??”
jawab aldi meninggi.
Iqbaal bingung dengan kalimat
terakhir yg diucapkan aldi , langsung dya tepis rasa bingung itu.
“ (namakamu) pingsan al .. Sekarang lo cepet ke Rumah
sakit Otorita . ” jawab iqbaal gemetar.
Telepon terputus.
S
K
I
P
15 menit kemudian, dokter
keluar dari ruangan UGD. Dengan sigap, iqbaal menghampiri dokter yg menangani
(namakamu)
“Dok, bagaimana keadaan (namakamu) ?? Sebenarnya ada
apa dengan (namakamu) , dok??” tanya iqbaal
melebihi khawatir.
“Anda keluarganya??” tanya dokter itu.
“Bukan, saya pacarnya, Dok”
jawab iqbaal mantap.
“Lalu mana keluarganya”?apa
sudah diberi tahu?
“sudah Dok,mereka masih dalam perjalanan”jawab
iqbaal
“Mari, ikut saya” pinta sang dokter
sambil berjalan.
Iqbaal mengekor dari belakang
dokter.Sampailah mereka di ruangan bercat serba putih.
“Silahkan duduk” ucap dokter.
“Bagaimana keadaan (namakamu) dok?? Ada apa dengan
(namakamu) ??” pertanyaan yg sama keluar dari bibir manis iqbaal .
“Sekarang, (namakamu) masih koma, penyakitnya sudah
semakin parah” jawab dokter yg membuat iqbaal terbelalak kaget.
Seperti sebuah petir yg
menyambar iqbaal , ia kaget bukan main, ia sama sekali tidak tau kalau
Malaikatnya mempunyai penyakit.
“Pe..penyakit?? Penyakit apa dok???”
ucap iqbaal penuh tanya.
“Penyakit yg dideritanya setahun yg lalu, kanker darah
atau lebih sering disebut leukimia stadium akhir, kemungkinan hidupnya cuma 10%
. (namakamu) hanya bertahan kira-kira 1 bulan lagi”
jawab dokter bijak.
“Hah?? Ga mungkin dok”
ucap iqbaal yang tidak percaya bahwa gadis yang ia sayangi selama 2 tahun akan
meninggalkan dia hanya dalam kurun waktu 1 bulan lagi. Kini, airmatanya kembali
berjatuhan. Iqbaal langsung keluar dari ruangan dokter dan berlari ke ruang
rawat (namakamu) .
Disana, sudah ada aldi dan
ke-2 orang tua (namakamu)
.
“(namakamu) , jangan tinggalin aku (namakamu) , aku ga
bisa hidup tanpa kamu (namakamu), aku mohon (namakamu) , aku mohon, hiks”
ucap iqbaal sambil menghampiri tubuh (namakamu) yg terbaring tak berdaya
melawan penyakit yang ia derita. Saat itu juga, jari (namakamu) tiba-tiba
bergerak. Tanpa basa-basi, tangannya pun menyentuh kepala iqbaal yg sedang
menangis menunduk.
“iq…baal ..kamu..yg
kuat..ya, ka..mu..ga..bol..leh..na..nangis..hh.hh”
ucap (namakamu) terbata-bata. Iqbaal langsung memandang wajah (namakamu)
dalam-dalam.
“(namakamu) , kenapa kamu ga pernah ngomong sama aku
kalau kamu punya penyakit??” tanya iqbaal sambil
bercucuran airmata.
“Akh..kuu..ga..mau..kamm..muu..mengkhawatirkan aku,
baal ” jawab (namakamu) berusaha berbicara lancar.
“Gak, (namakamu) . Aku tulus cinta sama kamu, dari
lubuk hati aku yg paling dalam, (namakamu) ” . elak iqbaal penuh
makna.
Aldi yg melihat semua itu,
tak kuat menahan tangis, dya pun keluar dari ruangan rawat (namakamu) .
“Kamm....mmuu..ha..rus…cari
pengganti aku, sebelum aku tidak bisa bernapas lagi”
pinta (namakamu).
“Ga, aku ga akan ninggalin kamu, ga akan (namakamu)”
jawab iqbaal .
“Ini permintaanku, baal , kamu harus mau, har….ruuuusss”
ucap (namakamu) sebelum dya pingsan lagi.
“(namakamu) , (namakamu) , (namakamu) , bangun
(namakamu), , om tante, tolong panggil dokter”
pinta iqbaal kepada ke-2 orangtua (namakamu)
. Papah (namakamu) langsung
keluar dan memanggil dokter. Tak lama dokter kembali masuk ke ruangan
(namakamu) . Kata dokter, (namakamu) hanya pingsan. Semua pun sedikit lega.
Malam itu, menjadi malam bahagia sekaligus menjadi malam terburuk untuk iqbaal
.
D
I
P
E
R
C
E
P
A
T
1 minggu pun berlalu ..
Iqbaal merasa, dya harus
memenuhi permintaan dari (namakamu) ,
karna sampai sekarang
(nmakamu) belum sadar dari komanya. Iqbaal pun mencoba untuk berpacaran dengan
salah satu teman kampusnya.
Dyta, dya temen se kampus
iqbaal yg sudah lama memendam perasaannya kepada iqbaal . dan alangkah
beruntungnya dya, karna sekarang dya and iqbaal sudah berpacaran. Tapi, baru
seminggu mereka berpacaran,iqbaal menyadari bahwa dya tidak bisa mengisi
hatinya dngn org lain selain (nmakamu) .
Iqbaal pun langsung pergi ke
rumah sakit untuk menjenguk (namakamu).
Sesampainya di rumah sakit,
iqbaal langsung menuju ke ruangan rawat (namakamu) .
Alangkah terkejutnya iqbaal ,
melihat seseorang diatas ranjang dorong, wajahnya yg tertutupi kain,
menandakan, orang itu telah meninggal. Di belakang suster, terlihat ada aldi
dan ke-2 orang tua (namakamu) .
“Ini ga mungkin, ini gak mungkin, (namakamuu) ”
teriak iqbaal dan langsung berlari menghampiri ranjang dorong itu.
“(namakamu), (namakamu) , , bangun, kamu jangan
bercanda deh, aku ga suka, (namakamu), bangun (namakamu) , bangun”
. ucap Dewa sambil mengguncang-guncang tubuh (namakamu) yang sudah tak bernyawa
lagi. Airmatanya seakan-akan tumpah semua, tidak ada yg tersisa, bibirnya tak
bisa berkata apa-apa lagi, kaki dan tangannya bergetar. Mayat (namakamu) pun di
bawa menuju ambulance. Iqbaal yg masih tak percaya, jatuh terduduk di lantai,
dya benar-benar tak habis pikir, malaikat hatinya akan pergi secepat ini
****.
Hari pemakaman tiba,
orang-orang sudah pulang, yang tersisa hanya iqbaal dan aldi .
iqbaal berada di samping
makam (namakamu) masih menangis sesunggukan, sedangkan aldi berdiri di belakang
iqbaal . Tiba-tiba aldi menepuk pundak iqbaal.
“iqbaal ” ucap aldi lirih
sambil mencoba bangkit.
“Ga usah sedih lagi, baal . (namakamu) sudah tenang di
sisi tuhan, kamu harus kuat, (namakamu) bakalan sedih kalau melihat kamu terus
menangisi dya. Tuhan sudah merencanakan semua ini, kita harus terima.”
Ucap aldi bijak. Iqbaal sadar dan memeluk aldi .
“Thank’s ya al , kamu memang
kakak yang baik” ucap iqbaal melepaskan pelukannya.
“Sama-sama, oh iya, kemarin sebelum (namakamu)
mengehembuskan nafas terakhirnya, dya menyuruhku untuk memberikan ini ke kamu”
ucap aldi sambil memberikan sebuah surat ke iqbaal .
“Oh, makasih ya al ” ucap iqbaal .
. aldi pun pergi dari hadapan
iqbaal . iqbaal pun membuka pelan pelan surat yg di tulis (namakamu) .
Dear : Malaikat hatiku iqbaal
Hy, baal .
, mungkin waktu kamu membaca
surat ini, aku sudah tidak bisa lagi bernapas. Maafkan aku, karna aku tidak
memberitahukan soal penyakitku kepadamu. Aku ga mau, kalau kamu sayang sama
aku, karna kamu kasian sama aku.
Bukan aku tidak mencintaimu
dengan tulus tapi, aku mohon setelah kepergianku, kamu harus mencari
penggantiku, aku ga mau kamu terus menutup hati kamu untuk wanita lain, baal .
Aku mohon dengan sangat, pacari Dyta, jadilah seorang yg special untuk dya .
. Aku yakin seyakin-yakinnya,
kalau Dyta mencintaimu dengan tulus, jdi aku mohon , pacari Dyta. Oia, satu
lagi baal yang harus kamu tahu bahwa hanya ragaku yang pergi, tapi hatiku akan
tetap ada di hatimu ataupun sebaliknya, jadi, kamu ga boleh nangis. Mungkin
hanya segini saja, permintaanku untuk yang terakhir kalinya. Aku akan melihatmu
hidup bahagia di dunia dari surge, iqbaal
Salam sayang
(namapanjangkamu)
****
Airmata iqbaal jatuh dengan
sangat deras sehingga membasahi kertas itu.
“Iya (namakamu) , aku janji sama kamu, aku akan coba
untuk mencintai Dyta .
TERIMAKASIH (namakamu) , kamu
sudah mau mengisi hari-hariku dengan cintamu. Kamu akan tetap ada disini, di
hatiku sampai kapanpun.” Ucap iqbaal mantap dan tersenyum. Lalu, dya pergi
meninggalkan pemakaman.
TAMAT
•Lia•
Sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=458843727546108&id=247310492032767&refid=17